Berjalan Di Samping Yesus Setiap Hari

 

Segala puji bagi Tuhan, karena dari pada sehari datang kepada sehari dilimpahkan-Nya kebajikan-Nya atas kita. Bahwa Allah itulah pohon selamat kita.” Mazmur 68:19 (Alkitab Terjemahan Lama)

Biasanya setiap akhir tahun sebagai tradisi kita biasanya membuat resolusi atau keputusan-keputusan pada tahun yang baru, walaupun banyak kali kita tidak melaksanakannya.

Tapi saya rasa keputusan untuk berbuat baik itu janganlah hanya dilakukan setahun sekali. Mazmur 68:19 berbunyi “Segala puji bagi Tuhan, karena dari pada sehari datang kepada sehari dilimpahkan-Nya kebajikan-Nya atas kita. Bahwa Allah itulah pohon selamat kita.” (Alkitab Terjemahan Lama)

Dalam ayat ini raja Daud menganjurkan supaya kita memberikan pujian kepada Tuhan yang melimpahkan berkatnya setiap hari sebagai pohon selamat kita. Kalau seorang kawan kita yang baik setiap hari memberikan sesuatu yang baik setiap hari, apakah kita akan menunggu sampai akhir tahun baru mengucapkan syukur kepadanya, atau hanya melakukannya pada permulaan tahun? Tentu saja tidak.

Tidak heran pula mengapa raja Daud walaupun dia seorang yang paling keji hidupnya, namun dia sangat dikasihi Tuhan sehingga disebut “seorang yang di dekat hati-Ku” oleh-Nya. Salah satu dari lagu yang mengungkapkan perlunya kita berjalan bersama Yesus adalah lagu yang dikarang oleh Stuart Hine, adalah Just A Closer Walk With Thee

 

I am weak but Thou art strong,

Jesus keep me from all wrong;

I’ll be satisfied as long,

As I walk let me walk close to Thee!

Just a closer walk with Thee,

Grant it Jesus, is my plea,

Daily walking close to Thee,

Let it be dear Lord, Let it be.

Saya terjemahkan lagu itu secara bebas dengan kata-kata berikut:

‘Ku lemah Yesus kuasa,

Pimpin aku slamanya;

‘Ku berhasil hanyalah

Bila jalan trus dengan-Mu!

Tiap langkah di sisi-Mu,

Yesus dengar doaku,

Setiap hari dekat-Mu,

Kabulkan Tuhan doaku!

 

Kalau kita menyanyikan lagu itu kita dapat membayangkan raja Daud yang begitu sering jatuh dan melakukan dosa yang paling terkutuk, namun akhirnya dijanjikan keselamatan bahkan dari pada benihnyalah dilahirkan penebus kita bahkan namanya diingat dengan penuh kebanggaan oleh umat Israel, bahkan oleh penulis-penulis Alkitab yang diilhamkan Tuhan.

Pada permulaan Tahun tahun 2007, saya undang saudara sekalian untuk merenungkan hidup dari pahlawan yang penuh berlumuran dengan dosa dan darah namun dijanjikan keselamatan oleh Tuhan yang bahkan tidak malu disebut keturunan Daud. Kita dapat menarik pelajaran yang berguna untuk memberikan kekuatan dan kemenangan dalam pergumulan hidup kita dari teladannya. Kalau Daud yang begitu konyol dan keji bisa selamat, maka kita pun pasti bisa selamat kalau kita mau berbuat seperti dia.

 

Pertama-tama perhatikan bagaimana Daud berdoa setiap hari.

“Pada pagi dan petang dan pada tengah hari aku mengaduh dan berseru dengan nyaring, maka Ia pun akan mendengar suaraku kelak.” Mazmur 55:17(Alkitab Terjemahan Lama)

Betapa yakinnya Daud bahwa Tuhan akan mendengar suaranya dalam doa. Daud bukan hanya berdoa biasa saja tapi dia katakan bahwa dia berdoa dengan “mengaduh dan berseru dengan nyaring”. Dapatkah saudara membayangkan itu, Daud sedang simbah berlutut berdoa dengan linangan air mata. Doa yang penuh kesungguh-sungguhan dan dengan hancur hati seperti itu tidak mengubahkan Tuhan yang memang dari asalnya Mahakasih dan Maha Penyayang adanya. Tapi itu mengubahkan kita menjadi layak untuk menghadap takhta-Nya dan siap menerima limpahan berkat-Nya.

 

Kedua, Daud insyaf akan faedahnya doa yang dilakukan setiap hari.

“Segala puji bagi Tuhan, karena dari pada sehari datang kepada sehari dilimpahkan-Nya kebajikan-Nya atas kita. Bahwa Allah itulah pohon selamat kita.” Mazmur 68:19 (Alkitab Terjemahan Lama)

 

Ketiga, dia memuji Tuhan setiap hari.

”Dan lagi Iapun akan hidup dan dipersembahkan oranglah kepadaNya emas Syeba, dan selalu orang akan memohon kepada-Nya, dan pada segala hari orang akan memberkati Dia.” Mazmur 72:15 (Terjemahan Lama)

Ayat yang kedua dari lagu “Just a Closer Walk” adalah berbunyi demikian:

Thru this world of toil and snares,

If I falter, Lord, who cares?

Who with me my burden shares?

None but Thee, dear Lord,

none but Thee.

Just a closer walk with Thee,

Grant it Jesus is my plea,

Daily walking close to Thee,

Let it be, dear Lord, let it be.

Dalam dunia pnuh susah,

Siapa mau hiraukan-ku?

Siapa mau pikul bebanku?

Hanya Kau, Tuhan,

Hanya Kau!

Tiap langkah disisi-Mu,

Yesus dengar doaku,

Setiap hari dekat$-Mu,

Kabulkan Tuhan doaku!

 

Keempat, Daud sadar pentingnya bergantung mutlak hanya kepada-Nya setiap hari.

Tentu tidak ada yang akan membantah bahwa Daud setiap hari dalam hidupnya harus melangkah di antara jerat-jerat yang dipasang oleh seteru Tuhan dan manusia. Dan dia tahu bahwa kalau anak-anaknya sendiri berusaha membunuh dia, maka satu-satunya pergantungan nyawanya adalah hanya Tuhan semata-mata. Sebagaimana bunyi nyanyian kegemaran saya itu: ”Hanya Kau, Tuhan, hanya Kau!”

Dengarkan apa yang dikatakannya dalam ayat berikut ini:

“Kasihankanlah aku, ya Allah! karena orang hendak membinasakan daku; bahwa pada sebilang hari adalah seteru yang menggagahi aku. Pada sebilang hari orang pengintai hendak membinasakan daku, dan banyak lawanku, ya Tuhan yang Mahatinggi! Tetapi pada masa ketakutanku haraplah aku pada-Mu. Maka pada Allah juga aku memuji-muji firman-Nya; aku percaya akan Allah, maka tiada aku akan takut, apa gerangan manusia boleh mengapakan daku?” Mazmur 56:1-4

Mungkin saudara katakan, ah, tapi aku tidak seburuk Daud hidupku, khok! Anak isteriku semua sayang kepadaku. Aku tidak punya musuh dan aku serba diberkati dan limpah ruah kebutuhan hidupku.

Jangan terlalu cepat, kawan, dengar apa yang digambarkan kitab Wahyu yang menyingkapkan tirai yang menyelubungi drama kehidupan kita yang sebenarnya:

”Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ”Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.” Wahyu 12:10

Suara siapakah suara nyaring yang disebutkan dalam Wahyu 12:10 ini, siapa lagi kalau bukan 24 tua-tua yang digambarkan dalam Wahyu 4 dan 5. Mereka adalah ”saudara-saudara kita” yang telah ditebus dari dunia, dan diangkat ke surga bersama dengan Yesus 40 hari sesudah kebangkitan-Nya, mewakili kita di hadapan takhta Allah yang di surga.

Ayat di atas menggambarkan bagaimana kehidupan kita sebenarnya penuh dengan jerat dan jurang maut yang ditaburkan setan untuk menjatuhkan dan membinasakan kita, dan seringkali kita tidak sadar. Dia menuduh atau mendakwa kita siang malam di hadapan Tuhan, berarti setiap hari dia menjerat kita dengan pencobaan-pencobaan yang kita tidak inysafi. Hanya kalau kita bergantung sepenuhnya setiap hari dalam penyerahan doa dengan sungguh-sungguh seperti Daud, kita bisa menang pada akhirnya.

 

Sebagai konklusinya, dengarkan apa yang digambarkan lagu ini pada senja hidup kita dan bila kita sudah berjalan sampai ke ujung jalan kita bersama dengan Dia.

When my feeble life is o’er,

Time for me will be no more;

Guide me gently, safely o’er,

To Thy kingdom shore,

to Thy shore.

Just a closer walk with Thee,

Grant it Jesus is my plea,

Daily walking close to Thee,

Let it be, dear Lord, let it be.

Bila datang ajalku,

Dan berakhir hidupku;

Tetap tuntunlah aku:

Hingga mahligai mulia-Mu.

Tiap langkah disisi-Mu,

Yesus dengar doaku,

Setiap hari dekat-Mu,

Kabulkan Tuhan doaku!

 

Kita diminta Tuhan untuk menghidupkan kehidupan Kekristenan kita satu hari setiap kalinya. Untuk itu satu-satunya rahasia kemenangan kita adalah berjalan di samping Dia setiap hari. Setiap hari kita harus bergantung total kepada-Nya, mengambil gizi rohani dari Roti Hidup yang bagaikan manna diturunkan-Nya kepada kita dari surga setiap pagi, dan memegang erat tangan-Nya yang penuh kuasa dalam berjalan setiap langkah dalam hidup ini.

Mengapa banyak orang Kristen kurang gizi rohani dan bahkan ada yang berjalan bagaikan mayat-mayat tak berdaya, mati secara rohani? Jawabnya adalah karena mereka tidak bergantung kepada Tuhan setiap hari.

 

Saudara ingin pastikan hari demi hari anda selalu mendapat kemenangan sehingga akhirnya boleh berbaris melalui gerbang Kota Daud, Yerusalem Baru dan duduk bertakhta bersama dengan dia dan Rajanya, Raja Assalam?

 

Ikutilah jejak Daud bukan hanya hari ini saja melainkan setiap hari sepanjang Tahun 2007 ini sehingga tahun ini menjadi tahun kemenangan bagi kita. Dan marilah kita semua memohon, kalau boleh, tahun ini merupakan tahun terakhir kita berkelana di dunia fana ini sebagai musafir yang payah dan papa. Kita rindu untuk segera berada di rumah kita yang baka dan bahagia itu, Kota Daud nan abadi dan yang satu-satunya terdapat shalom atau damai abadi, Yerusalem Baru, karena Raja yang akan bertakhta di situ adalah Yesus Raja Damai!


Tags:

Leave a Reply